Selasa, 24 November 2009

LAGI MACET DI KOTA BANDUNG

Bandung, bukan hal yang aneh lagi bila disebut kota macet. Macet sudah merupakan hal yang lumrah dialami sehari-hari oleh warga Kota Bandung. Makin padatnya kendaraan dijalanan, angkot-angot yang ikut meramaikan Kota Bandung, padatnya pendatang dari luar daerah dan lainnya bisa menyebabkan kemacetan dimana-mana. Seperti di Jalan Cihampelas, Dago, Setiabudhi, Cipaganti dan kawan-kawan, merupakan langganan kemacetan terutama pada saat pagi atau sore hari dimana orang-orang banyak yang akan berangkat atau pulang dari kantor atau sekolah. Dan lagi sikap pengguna jalan yang tidak tertib yang mengambil jalan yang berlawanan arah, bukannya menghindari kemacetan malah membuat dan menambah kemacetan.

Kehadiran angkutan kota atau yang lebih akrab disebut angkot juga ikut mewarnai kemacetan yang ada di Kota Bandung. Angkot-angkot yang berseliweran di jalanan terkadang dapat menjadi penyebab kemacetan juga. Seperti ketika menaikkan atau menurunkan penumpang yang sembarangan. Terkadang, para supir angkot menurunkan atau menaikkan penumpang di tengah jalan pada saat jalanan tengah ramai. Belum lagi ketika angkot-angot yang banyak tersebut berhenti untuk menunggu penumpang atau yang lebih dikenal dengan istilah ‘ngetem’. Jalanan yang biasanya bisa dilalui oleh tiga kendaraan menjadi dua kendaraan saja, telah terjadi penyempitan jalan secara mendadak.
Ketika musim liburan atau weekend tiba maka banyak wisatawan yang datang dari luar daerah. Bukannya tidak suka terhadap kedatangannya, itu juga akan menjadi pemasukan bagi Pemerintah Kota Bandung, namun karena kurangnya lahan yang memadai dari tempat wisatanya maka para wisatawan yang datang harus berdesak-desakan dengan yang lain alias mengalami kemacetan juga. Dan macet lagi.

Sedikit Pencerahan
Sebagai pengguna jalan, terutama motor, sudah saatnya sadar dan menggunakan jalan dengan baik dan benar juga mematuhi rambu-rambu yang telah susah-susah dibuat oleh pemerintah. Karena mungkin bila bersikap tidak tertib atau menyelonong saja, kemacetan yang terjadi akan semakin parah.
Dari pemerintah sendiri sudah seharusnya mengambil sikap atas kemacetan parah yang terjadi di Kota Bandung. Mengatur ulang tata kota yang berantakan, memberikan lahan parkir yang sesuai, penempatan Polantas sebelum kemacetan terjadi, dimana kemacetan paling sering terjadi ketika pagi dan sore hari dan weekend tiba. Menetapkan peraturan untuk para supir angkot. Dan sanksi yang tegas. Bukankah menjadikan Kota Bandung yang lancar juga menjadi harapan semua warga.

Tidak ada komentar: